Minggu Terahir di 2018
Selamat malam guys....
Balik lagi dengan gue Salsabillah yang tulisannya absurd nggak karuan, nggakpapa.
Sekarang, minggu terakhir di 2018, ah cukup sedih ya mengingat banyak sekali yang dilewatin di 2018 ini.
Pertama, gue ingin mengucapkan terimakasih kepada Tuhan yang memberikan gue nikmat yang luar biasa besar di tahun ini. Banyak sekali cerita dan pengalaman yang gue dapatkan di rentetan setiap bulan dari Januari hingga Desember. Mulai dari yang setengah bahagia sampai ke yang paling bahagia luar biasa. Mulai dari setengah sedih sampai ke sedih yang luar biasa. Ada fase dimana gue ingin menyerah dan meninggalkan, ada rasa ingin mundur, ada rasa haru dan pada akhirnya gue memilih untuk bangkit dan berusaha, mengingat tekad gue di awal. Karena menyerah menurut gue adalah salah satu penghianatan terhadap diri sendiri. Gue tidak memfavoritkan di setiap bulan di tahun ini, menurut gue, semua kejadian dan pengalaman gue di tahun ini, mereka punya kisahnya masing-masing. Mereka punya hikmahnya masing-masing. Dan gue percaya, semua itu sudah menjadi rencana Tuhan. Gila ga tuh bahasa gue tinggi amat kayak cita-cita.
Terimakasih kedua untuk orang tua dan keluarga gue yang tidak pernah berhenti berdoa untuk gue yang sangat jauh dari rumah. Sebesar apapun masalah yang gue hadapin, mereka selalu menjadi rumah buat gue, tempat gue pulang berkeluh kesah. Terimakasih yang tak terhingga untuk mereka. Terimakasih untuk mama yang selalu tepat waktu ngirim uang jajan hehehe.
Lalu, terimakasih selanjutnya untuk teman yang selalu support gue dan tidak meninggalkan gue sesulit apapun gue. Terimakasih sudah mau berteman dan menerima gue dengan apa adanya gue. Terimakasih selalu mensupport gue saat gue down. Terimakasih untuk tim biji dan keluarga besar tirto gg XI (kastil Desin). Kalian luar biasa. Tapi plis, kalo sama manusia-manusia ini jiwa gibah gue akan terus terasah kayaknya.
Tahun ini sebentar lagi selesai, dan gue masih gini-gini aja. Gue masih mager, masih suka bodoamat sama orang lain, masih suka ngutang, masih tidur nggak teratur, masih malas belajar, dan masih banyak lagi.
Semoga di tahun berikutnya Tuhan masih memberikan nikmatNya, dan gue bisa lebih baik lagi dari tahun ini. Yang paling penting, gue nggak mager lagi. Karena sungguh mager ini sangat menyiksa dan mengganggu raga ini.
Segitu saja bacotan saya yang tidak berguna ini, Selamat malam semuanya. Doain saya sehat selalu. Peluk cium dari Salsabillah ({}):*
Balik lagi dengan gue Salsabillah yang tulisannya absurd nggak karuan, nggakpapa.
Sekarang, minggu terakhir di 2018, ah cukup sedih ya mengingat banyak sekali yang dilewatin di 2018 ini.
Pertama, gue ingin mengucapkan terimakasih kepada Tuhan yang memberikan gue nikmat yang luar biasa besar di tahun ini. Banyak sekali cerita dan pengalaman yang gue dapatkan di rentetan setiap bulan dari Januari hingga Desember. Mulai dari yang setengah bahagia sampai ke yang paling bahagia luar biasa. Mulai dari setengah sedih sampai ke sedih yang luar biasa. Ada fase dimana gue ingin menyerah dan meninggalkan, ada rasa ingin mundur, ada rasa haru dan pada akhirnya gue memilih untuk bangkit dan berusaha, mengingat tekad gue di awal. Karena menyerah menurut gue adalah salah satu penghianatan terhadap diri sendiri. Gue tidak memfavoritkan di setiap bulan di tahun ini, menurut gue, semua kejadian dan pengalaman gue di tahun ini, mereka punya kisahnya masing-masing. Mereka punya hikmahnya masing-masing. Dan gue percaya, semua itu sudah menjadi rencana Tuhan. Gila ga tuh bahasa gue tinggi amat kayak cita-cita.
Terimakasih kedua untuk orang tua dan keluarga gue yang tidak pernah berhenti berdoa untuk gue yang sangat jauh dari rumah. Sebesar apapun masalah yang gue hadapin, mereka selalu menjadi rumah buat gue, tempat gue pulang berkeluh kesah. Terimakasih yang tak terhingga untuk mereka. Terimakasih untuk mama yang selalu tepat waktu ngirim uang jajan hehehe.
Lalu, terimakasih selanjutnya untuk teman yang selalu support gue dan tidak meninggalkan gue sesulit apapun gue. Terimakasih sudah mau berteman dan menerima gue dengan apa adanya gue. Terimakasih selalu mensupport gue saat gue down. Terimakasih untuk tim biji dan keluarga besar tirto gg XI (kastil Desin). Kalian luar biasa. Tapi plis, kalo sama manusia-manusia ini jiwa gibah gue akan terus terasah kayaknya.
Tahun ini sebentar lagi selesai, dan gue masih gini-gini aja. Gue masih mager, masih suka bodoamat sama orang lain, masih suka ngutang, masih tidur nggak teratur, masih malas belajar, dan masih banyak lagi.
Semoga di tahun berikutnya Tuhan masih memberikan nikmatNya, dan gue bisa lebih baik lagi dari tahun ini. Yang paling penting, gue nggak mager lagi. Karena sungguh mager ini sangat menyiksa dan mengganggu raga ini.
Segitu saja bacotan saya yang tidak berguna ini, Selamat malam semuanya. Doain saya sehat selalu. Peluk cium dari Salsabillah ({}):*
Comments
Post a Comment