Posts

Drama di ATM part II

Halloo neti2en... Ini Salsabillah Ini tulisan pertama gue di tahun 2019. OWAOW. Halah lebay. Awal tahun yang cukup baik sih menurut gue. Walaupun yah pasti ada aja beberapa masalah yang datang tapi atas izin Tuhan semua masalah tersebut terselesaikan dengan baik dan tetep gue puyeng dikit. Sebenarnya ini bukan awal-awal tahun banget sih. Tapi gue baru sempat nulis sekarang karena ada beberapa kendala yang mengganggu. Halah padahal emang mager aja gue tuuh. Nah kan habis itu gue bingung mau nulis apa ehehehe. Jadi begini, apapun yang terjadi di setiap harinya itu semua sudah menjadi skenario Tuhan. Sehebat dan sekuat apapun lo berusaha untuk menjadikan semuanya menjadi seperti yang lo mau, tapi jika Tuhan tidak menghendaki maka semuanya tidak akan bisa. Begitupun yang terjadi dengan gue beberapa hari yang lalu. Gue sama bokap bakal ke dokter gigi, lebih tepatnya bokap nganterin gue buat cabut gigi. Tapi, sebelum ke sana kita berdua mampir ke ATM dulu. Kebetulan ATM...

Minggu Terahir di 2018

Selamat malam guys.... Balik lagi dengan gue Salsabillah yang tulisannya absurd nggak karuan, nggakpapa. Sekarang, minggu terakhir di 2018, ah cukup sedih ya mengingat banyak sekali yang dilewatin di 2018 ini. Pertama, gue ingin mengucapkan terimakasih kepada Tuhan yang memberikan gue nikmat yang luar biasa besar di tahun ini. Banyak sekali cerita dan pengalaman yang gue dapatkan di rentetan setiap bulan dari Januari hingga Desember. Mulai dari yang setengah bahagia sampai ke yang paling bahagia luar biasa. Mulai dari setengah sedih sampai ke sedih yang luar biasa. Ada fase dimana gue ingin menyerah dan meninggalkan, ada rasa ingin mundur, ada rasa haru dan pada akhirnya gue memilih untuk bangkit dan berusaha, mengingat tekad gue di awal. Karena menyerah menurut gue adalah salah satu penghianatan terhadap diri sendiri. Gue tidak memfavoritkan di setiap bulan di tahun ini, menurut gue, semua kejadian dan pengalaman gue di tahun ini, mereka punya kisahnya masing-masing. Mereka punya...

kembali dari mati suri

Holaaaaa.. Najis, sok asik banget gue yaAllah. Oke akhirnya setelah sekian purnama gue menghilang dari dunia per blogger an ini, gue pun kembali, yeeeeeeeeeeeeeee. Padahal enggak ada yang nyariin juga, tapi gapapalah. Gue gatau pastinya berapa bulan gue enggak menyentuh lapak gue ini, pastinya sih berbulan-bulan. Sejujurnya nih gue enggak update di sini bukan tanpa alasan, tapi karena gue ada kesibukan sendiri yang pastinya enggak bisa gue tinggal. Wadaw bahasa gue. Hampir dua bulan belakangan ini gue 'sok' sibuk dengan urusan kepanitiaan di kampus. Cailah, kayak orang bener aja gue ye, tapi memang begitulah adanya. Percayalah, di kepanitiaan gue cuma nyampah doang kok ga guna. Ga deng becanda, berguna dikit kok. Kurang lebih dua bulan itu gue nggak nyentuh apa apaan, padahal sebulan pertama sebenarnya enggak sibuk sibuk amat, cuma karena gue ini anaknya hanya ingin fokus di satu saja, jadilah gue nggak ngerjain hal yang lain. Bodoh emang salsabillah. Tapi gue juga ada ku...

drama di ATM

Yak selamat malam para generasi generasi tik tok... Kembali lagi dengan Salsabillah di sini. Jujur aja kali ini gue lagi ingin menulis, tapi gue gatau mau tulis soal apa. Jadi sepertinya tulisan gue kali ini akan tidak jelas. Di paragraf pertama, biarkan gue curhat dulu atau lebih tepatnya mengeluh karena tugas. Tidak terasa gue sudah semester 4 dan sebentar lagi wisuda. Halah masih jauh woi cacad. Iya, biarkanlah gue beranggapan begitu, sebentar lagi wisuda, biar gue punya semangat lagi untuk kuliah. Karena jujur saja, gue merasa di semester ini sangat berat tugas-tugasnya. Tapi gue harus tetap semangat, karena orang tua gue nyari biaya buat gue kuliah itu tidak mudah. Kadang-kadang gue ingin menyerah terus pulang ke rumah dan berlindung di bawah ketek nyokap gue, tapi setelah gue mikir mikir lagi, itu tidak mungkin, karena nyokap gue dengan senang hati akan mencoret nama gue dari silsilah keluarga, lebih tepatnya mencoret nama gue dari daftar anak di kartu keluarga. Ohiya, gue m...

lagi bener dikit

Untuk kamu yang saat ini telah ditinggalkan... Entah aku harus memulai tulisan ini dari mana, tapi ketahuilah kamu mampu melewati segala fase menyakitkan itu. Berawal dari luka, sakit lalu berujung ditinggalkan dan berjuang untuk melupakan segala yang pernah ada. Ah, maaf maksudku bukan melupakan yang berarti harus benar-benar lupa seperti sebelum kamu mengenal dirinya. Tapi menjadikan semuanya sebagai kenangan yang kamu simpan di ruang yang kita menyebutnya rindu. Di sanalah tempatnya. Menyimpannya se rapih mungkin dalam sudut ruang itu. Untuk kamu yang saat ini telah ditinggalkan... Aku sungguh tau, tidak ada yang baik-baik saja setelah kehilangan, sayang. Kamu akan berjuang melawan dunia, berharap Tuhan segera menyembuhkanmu dari segala sakit yang tiada tara. Ada sesuatu yang kupelajari selama ini, selama aku pernah jatuh dan ditinggalkan, aku meyakini bahwa semuanya akan selesai. Maksudku adalah semua luka akan sembuh dan kamu akan baik-baik saja. Untuk kamu yang saat ini te...

merayakan luka

Selamat malam kamu, wahai pemilik nyawa dalam tulisanku.... Bagaimana kabarmu? Ku harap baik-baik saja.  Ah iya bagaimana hatimu? Baik-baik juga, kan? Untuk perihal hati, ku rasa kamu akan baik. Tidak ada yang salah. Aku terkadang melupakan sesuatu, bahwa kenyataannya hanya aku yang patah, tidak denganmu. Hanya aku yang merayakan luka dalam lautan sedih tanpa tepi. Sementara di ujung sana, kamu sibuk tertawa seolah mengejek lukaku yang tak kunjung sembuh. Kamu tau? Sungguh tidak ada yang baik-baik saja setelah kehilangan. Aku sangat sadar bahwa kamu bukan lagi ‘kamu’ ku. Kamu bahkan sengaja membuangku. Dulu, aku selalu mempertahankan kamu, sementara kamu memaksa lepas. Bodohnya, aku masih saja menjadikanmu sebagai nyawa dalam tulisanku. Padahal sejatinya kamu sudah lama menghapus aku dari memori dan hatimu. Aku tidak pernah berpikir sebelumnya, jika mencoba untuk melupakanmu sungguh akan menyiksa seperti ini. Mencintaimu bagai menyerahkan semesta unt...

Dedikasi untuk HIMAJI

Selamat siang netijen. Pada tulisan gue kali ini gue mau membahas tentang teman-teman gue. Mereka bukan sekedar teman, tapi musuh juga, bahan hujatan juga, tapi tetap aku shayank. Baiklah, gue akan mengenalkan mereka ke dunia, walaupun dunia tidak ingin mengenal mereka. Jadi, gue ikut organisasi mulai dari semester 3 kemarin dan gue bertemu dengan beberapa makhluk yang super receh ini. Mereka adalah Vira, Deri dan Bagus (yg ini gue bingung bagusnya dr mana) dan kita berempat bernaung di bawah manajemen HIMAJI (Himpunan Mahasiswa Biji) yang diketuai oleh Deri, yang doyan beli sempak di lazada. Oke lupakan deri dan sempaknya sejenak. Gue bakal ngenalin Vira dulu. Vira adalah makhluk yang berjenis kelamin perempuan dan bersuara lelaki dengan hobi nyemilin batu es sisa teh racik mba mba tirto. Dia teman sekelas gue sekaligus teman organisasi tapi beda divisi. Bisa dibilang Vira adalah wanita perkasa yang kemana mana nyetir sendiri. Beda dengan gue yang kemana mana naik ojek onlen atau ga n...